Dew's Journal

Hari Mudik

September 17, 2009 · 3 Comments

Yeah, hari ini tiba juga, saatnya mudik…

Jam 12 ini berangkat ke SG naek ferry, Nongsa-Tanah Merah, flightnya dari SG ke Jakarta jam 5 sore soalnya. Jadwal ferrynya tanggung banget sih, gak ada yang jam 1 siang. Habis jam 12 trus adanya jam 2.20 siang. Kalo ambil yang yang jam 2.20 itu sampe Tanah Merah aja udah jam 4. Belum naek taksi ke Changinya, daripada olahraga jantung jadi mending berangkat agak awal deh.

Selamat Lebaran ya semua, mohon maafkan kesalahan ku, walaupun itu disengaja.

Semoga semuanya bisa liburan dengan indah, begitu pula aku. Wah lebaran pertama bersama suami nih!

→ 3 CommentsCategories: Uncategorized
Tagged: ,

Malam yang Kutunggu

September 9, 2009 · 6 Comments

Akhirnya malam itu hampir sampai.

Malam pemutaran perdana film animasi Meraih Mimpi. Penasaran, apa kata orang nanti setelah nonton filmnya ya? Semoga responnya bagus, dan bisa memacu semangat artist-artist animasi Indonesia untuk terus berkarya.

→ 6 CommentsCategories: Uncategorized

Cemilan Sehat: Kraker Isi Ayam

September 6, 2009 · 3 Comments

Resep yang ini aku baru coba 2 kali, gara-garanya aku males bikin risoles, makanan kecil favorit suamiku. Cara masaknya hampir sama kayak risoles yang biasa aku bikin, cuma kalo risoles kan masih harus bikin adonan kulitnya sendiri. Karena ini pake kraker jadinya lebih praktis, tinggal beli aja di warung beres deh. Sedangkan bahan isiannya hampir sama, hanya untuk yang ini aku tambahkan kentang.

Kraker Isi Ayam

Bahan-bahan:
Kraker rasa tawar
Telur, kocok lepas
Air putih
Minyak goreng

Bahan Isian:
Bawang bombay, cacah
Bawang putih, cacah
Daging ayam giling
Wortel, potong korek lalu cacah
Buncis, cacah
Kentang, kukus dan haluskan
Daun bawang, cacah
Seledri, cacah halus
Susu kental manis
Keju, parut

Cara Masak:
Pertama kali, kita perlu membuat adonan isinya dulu. Tumis bawang putih dan bombay dengan minyak sampai wangi, masukkan daging ayam dan aduk sampai daging berubah warna. Setelah itu masukkan wortel dan buncis, aduk sampai semua tercampur rata. Beri air sedikit, lalu masukkan kentang halus, daun bawang dan seledri. Aduk-aduk sambil masukkan susu kental manis dan keju, bumbui dengan garam dan merica secukupnya. Aduk semua sampai tercampur rata dan kalis. Setelah semua matang, diamkan adonan beberapa saat sampai dingin.

Siapkan kraker rasa tawar untuk diisi, caranya seperti membuat sandwich. Celupkan kraker ke dalam air sebelum di isi. Taruh sebagian adonan isi di antara 2 kraker. Lakukan sampai adonan isi habis. Setelah itu masukkan kraker yang sudah diisi ini ke dalam lemari pendingin.

Panaskan minyak goreng, kraker isi yang sudah dingin dicelupkan ke dalam kocokan telur, lalu goreng sampai berwarna kuning keemasan. Angkat dan tiriskan dari minyak, lalu belah kraker melintang diagonal supaya ukurannya pas untuk dimakan. Hidangkan dengan rawit hijau atau saus sambal.

Kraker Isi Ayam

Kraker Isi Ayam

Ini ada skrinsut kraker isi yang kemarin aku bikin. Suamiku suka banget, katanya persis kayak risol tapi lebih renyah. Mari kita coba.

→ 3 CommentsCategories: Mari Masak
Tagged: , , , ,

Kamus Dewi-Daniel

September 5, 2009 · 14 Comments

Sudah kurang lebih 3 tahun mengenal suamiku, tetap saja aku suka geli sendiri mendengar gaya bahasanya ketika ngobrol sama aku atau orang-orang di sekitarku. Dia yang berasal dari Medan dan besar di lingkungan berbahasa Melayu, tentunya lain banget sama aku yang orang Jawa tulen. Bahasa anak gaul yang akrab di lingkungan orang-orang yang tinggal di Jawa sama sekali asing buat dia.

Contohnya setahun yang lalu ketika ada seorang temen becandain dia saat mau berkunjung ke rumah orang tuaku di Jogja, waktu itu kami masih pacaran.

Temenku bilang gini, “Eh lu tar harus JAIM dong, kan mau ketemu CAMER…”
Daniel menjawab,”….apa itu JAIM? Apa pula CAMER?”, dengan wajah polos.

Kontan aja aku dan temenku tergelak mendengar jawaban dia yang super ajaib, masa dia gak tau JAIM sama CAMER itu apa? *gaul dong man.. gauuuuuul.. kemana aje siiiih?* Saat itu aku gak berani dong ngejekin dia, takut… Walau aku terkenal galak, dia ini bisa lebih galak dari aku lho, kebayang gak tuh? Setengah berbisik aku kasih tau dia apa itu Jaim dan Camer, soalnya agak malu juga sama temenku itu. Calon suamiku ternyata KUPER. *Tau gak nih dia KUPER itu singkatan dari apa?*

Selain kata-kata singkatan yang kadang gak familiar buat dia, ternyata banyak penggunaan kata sehari-hari yang beda banget antara kita. Dan itu gak berubah sampe sekarang. Aku tetap pake bahasaku, dia tetep pake bahasanya dia. Akupun heran kok dia kuat banget gaya bahasanya, malah kadang aku yang kalah, jadi ikut-ikutan dia cara ngomongnya. Gini nih bedanya gaya bahasa aku sama dia:

Dewi says ><  Daniel says

Aku ><  Wa

Putar  ><  Pusing

Gemas >< Geram

Kangen >< Rindu

Pusing >< Pening

Ganjel >< Janggal

ILFIL >< Potong stim

Aku gak tau  >< Mana lah wa tau

(Awas lo nanti) dimarahin ><  (Awas lo nanti) kena marah

(Rambutnya) lebat  banget >< (Rambutnya) rame kali

(Belajar) dong (biar) pintar >< (Belajar) lah (biar) pandai

Sementara itu dulu yang keinget, nanti kalo ada lagi yang terlintas di sela-sela obrolan kita, aku tambahin lagi deh. Perbedaan ini yang mewarnai hidup kita, aku senang kok dengan perbedaan ini, membuat aku dan dia sama-sama belajar. Dari dulu sampai sekarang, setiap hari selalu saja ada kejutan, dan kita berdua selalu tertawa tergelak pada akhirnya.

→ 14 CommentsCategories: Daily life
Tagged: , , , , ,

Nasi Bakar

September 5, 2009 · 2 Comments

Resep yang satu ini temen paling asyik buat makan pake bolokotok leunca. Bahan dan bumbu selengkapnya baca di bawah ini ya.

    Nasi Bakar

Bahan-bahan:
Beras
Kaldu blok
Air
Daun pisang untuk pembungkus

Bahan Isian:
Teri medan, cuci dan tiriskan dan goreng
Bawang merah, potong jadi 2 setiap siung
Daun bawang, potong bulat 1 cm

Cara Masak:
Masak nasi di rice cooker, tambah airnya sedikit dari takaran biasa masak nasi dan masukkan kaldu blok. Setelah nasi masak, aduk-aduk sambil dikipasi supaya pulen. Bahan isian ditumis dengan minyak sedikit sampai harum. Setelah siap semua, ambil selembar daun pisang yang sudah dibersihkan, taruh 3 sendok nasi, lalu buat sedikit cekungan, taruh satu sendok isian, tutup dengan satu sendok nasi. Bungkus dengan daun pisang. Lakukan sampai nasi dan isian habis. Setelah semua siap, bakar nasi bungkus ini di dalam oven selama 5 menit. Siap deh.

Liat nih bahan isiannya:

Bahan Isian Nasi Bakar

Bahan Isian Nasi Bakar

Nah, ini dia nasinya setelah dibakar…

Nasi Bakar

Nasi Bakar

Pas dimakan, taruh di piring trus dimakan di atas daun pisangnya, dalamnya seperti ini:

Nasi Bakar Isi Teri

Nasi Bakar Isi Teri

Langsung abis 2 bungkus deh, lauknya pake bolokotok, jadi inget Mama… Untung bentar lagi lebaran dan pulang.

→ 2 CommentsCategories: Mari Masak
Tagged: , , , ,

Bolokotok Leunca

September 3, 2009 · 1 Comment

Terkadang aku suka lupa resep masakan yang bahkan udah pernah aku praktekin. Mau catet di buku kok malesnya setengah mati, jadilah aku putuskan untuk ditulis disini aja, selain biar bisa aku baca-baca lagi, semoga nanti bisa bermanfaat buat yang lagi iseng mampir ke sini.

    Bolokotok Leunca

Bahan-bahan:
Tempe, potong dadu
Leunca, lepas dari dahannya
Cabe hijau, potong bulat 0,5 cm
Pete, (kalo suka)
Daun bawang, potong bulat 0,5 cm
Tomat hijau, potong jadi 6

Bumbu:
Bawang putih, keprek
Daun salam
Lengkuas, iris tipis
Terasi
Kaldu blok
Gula merah, iris
Garam
Merica

Cara Masak:
Siapkan wajan cekung ukuran sedang, tuangkan minyak (lebih enak kalo minyaknya bekas goreng ikan asin), lalu masukkan semua bahan-bahan berurutan sesuai tulisan di atas. Setelah itu masukkan semua bumbu di atas bahan-bahan tadi. Nyalakan api kompor sedang, diamkan sebentar sampe bahan-bahan tergoreng oleh minyak. Setelah keluar bau harum dari bawang, masukkan air sampe semua bahan agak terendam. Masak dengan api kecil sampe air berkurang.

Selesai deh, rahasia dari masakan ini adalah cara memasaknya. Jangan masukkan bahan-bahan bergantian baru dimasak, tapi masukkan semuanya seperti petunjuk di atas. Nah kayak begini nih jadinya:

Bolokotok Leunca - Yummy

Bolokotok Leunca - Yummy

Oh iya, kalau ada yang mau protes kenapa aku gak kasi detail ukuran tiap bahan mohon agar dimaklumi. Mamaku yang ngajarin aku kalo masak gak pernah pake takaran. Pake ilmu kira-kira, katanya sih disinilah seninya memasak. Hehehe

Selamat mencoba!

→ 1 CommentCategories: Mari Masak
Tagged: , ,

Lagi Sebel

September 2, 2009 · 3 Comments

Kok ada orang yang lari dari tanggung jawab..
Tenggat sudah dekat, baru teriak-teriak gak bisa ngerjain sendiri.

Memangnya dari 2 minggu yang lalu ngapain aja?
Jadi orang lain yang kena batunya..

→ 3 CommentsCategories: Working Life
Tagged: ,

Apa Kita Perlu Perang?

September 1, 2009 · 4 Comments

Semakin hari, berita tentang kemalingan budaya kita makin santer aja, sejak 2 minggu yang lalu yang ramai dibicarakan adalah mengenai Tari Pendet. Demo dimana-mana, protes dilempar sana sini, media online sudah memuat beritanya di headline mereka. Dan pagi ini, opera van java di waktu sahur pun menyelipkan pesan serupa ditengah candanya.

Tapi siapa yang sebenernya bisa membuat mereka itu mendengar? Rasanya pemerintah kita kok gak ada kekuatan diplomasinya sih? Apa kita perlu maju perang saja sekalian?

Sadar atau enggak, marah sama negara tetangga mungkin juga gak ada gunanya. Di sana memang banyak bangsa kita yang hijrah, menetap dan membawa serta budaya yang kita punya. Yang perlu dicari tahu adalah; Kenapa mereka yang hijrah itu rela saja budaya asli mereka diklaim jadi milik negara yang mereka sekarang tinggali? Kenapa juga mereka betah banget tinggal disana dan gak balik-balik kesini? Apa memang disana mendapatkan sesuatu yang “lebih”?

Aku bingung.

→ 4 CommentsCategories: Daily life
Tagged: , , ,

Hari Terakhir di Agustus 2009

September 1, 2009 · 2 Comments

Sesuai dengan jadwal, harusnya ada satu kontainer berukuran 20 feet yang memuat barang baru Misterdi bakalan dikirim ke kantor. Dari pagi hari jam 7.30, walau mata setengah melek, aku udah telepon orang dari pengiriman barang buat memastikan jam berapa kontainernya diantar. “Pagi ini mbak, nanti pasti diantar…”, sahut si penerima telepon.

Aku sedikit heran, kenapa sih susah banget ngomong dengan jelas jam berapanya, pagi itu kan panjang ya? jam 6 juga pagi, jam 10 juga pagi, mungkin aja buat sebagian orang jam 12 pun masih pagi. Jadi “pagi” kan relatif. Setelah aku telpon yang kedua kali, akhirnya aku tanya dengan jelas jamnya. Si pengirim bilang, “Ya, jam 9 berangkat dari sini mbak”.

Nah kan enak, kalo gitu aku bisa langsung minta tim IT siap-siap dengan sedikit kepastian.

Jam 0915 aku dan tim sudah nongkrong manis di tempat parkir Turi nungguin kontainer datang. Letak perusahaan shipment kira-kira hanya 20 menit jauhnya kalau naik mobil. Tapi, hingga waktu menunjukkan 0945 aku dan tim masih bengong aja di tempat parkir, mana nih kok gak datang-datang? Akhirnya aku telpon lagi si empunya gawe, dan jawabannya, “Oh udah berangkat, 10 menit yang lalu”. Aku tersenyum simpul, mau marah, tapi kan lagi puasa. Janji tinggal janji deh.

Sekitar jam 1000, kontainer yang ditunggu akhirnya datang juga. Trailer yang bawa kontainer langsung parkir di tempat yang disediakan, dan timku langsung tanya ke sopirnya, “Forklift dan trolinya mana Pak? Masih dalam perjalanan?”. Karena letak kantorku yang beda 2 lantai dari tempat parkir, untuk bongkar kontainer butuh transportasi tambahan. Tidak mungkin kontainer langsung turun ke bawah. Liat aja nih gedenya kontainer segimana:

Si Kontainer

Si Kontainer

Si sopir yang ditanya tadi mengaku tidak tahu menahu tentang pengiriman forklift dan lori (truk kecil) karena beda bagian dengan pengiriman kontainer. Akhirnya kamipun berasumsi, forkliftnya pasti butuh waktu agak lama untuk sampai, karena memang gak bisa ngebut. Semoga 10 menit lagi forklift dan truknya sampai. Dengan bersemangat, timku langsung membuka segel kontainer, untuk memeriksa isinya. Wah, rasanya sumringah banget, melihat kotak-kotak besar itu, dan diantaranya ada sebuah kotak untukku. Kayanya ini yang paling bikin aku sumringah. Sebelum dibongkar mejeng dulu deh sama Mang Ohle dan Indra.

Mejeng di Dalam Kontainer

Mejeng di Dalam Kontainer

Setelah beberapa lama kamipun mulai heran, waktu udah jam 1030, tapi forklift yang ditunggu gak datang-datang. Pintu kontainer sudah terlanjur dibuka, kamipun gak bisa ninggalin kontainer tanpa ditunggu. Akhirnya aku angkat telepon lagi untuk cek ke perusahaan shipment, dan ternyata, dia merasa tidak ada permintaan pengiriman forklift ataupun troli. Lah bagaimana bisa, aku sudah kirim email dari kamis lalu tentang permintaan ini ke salah satu kontak personnya, yang katanya bagian marketing. Artinya permintaan ini tidak pernah dikoordinasikan ke pihak pengiriman barang. Glek.

Waktu terus berjalan, dan matahari pun makin terik, kontainer yang isinya barang-barang elektronik itu kalo gak segera dibongkar bisa bahaya. Sampai jam 1230 troli dan forklift tidak datang juga akhirnya kami bongkar manual barang-barang di dalam kontainer itu. Ya, di dalamnya, jadi kami masuk ke dalam kontainer dan membuka palet-palet, yang ditotal ada 9 palet besar. Jadi membayangkan perasaan para imigran gelap yang bersembunyi di dalam kontainer, panas banget begini.

Bongkar Kontainer

Bongkar Kontainer

Untungnya di studio sedang ada kontraktor yang merenovasi ruang teater dan mereka membawa lori. Untuk mengangkut barang-barang ke studio kami akhirnya pinjam lori punya kontraktor itu.

Jam 1315, lori dari perusahaan shipment baru datang, mereka menunggu sopirnya selesai makan siang baru berangkat. Aku cuma mengangguk-angguk (*berusaha mengerti) sewaktu mendengar alasan ini.

Proses pengangkutan ke dalam studio berjalan lancar, sekitar jam 1430, semua barang sudah masuk ke dalam studio. Sementara di susun di dalem studio 3, segini nih banyaknya:

Barang-barang di Studio

Barang-barang di Studio

Peluh membanjiri semua orang, sebagian besar dari mereka lagi puasa, termasuk aku. Rasa haus meraja, dan kamipun langsung ngadem di dalam studio melanjutkan pekerjaan masing-masing sambil mencoba bertahan sampai waktunya buka.

Dan Alhamdulillah aku menang, walaupun gak yakin pahalanya utuh atau enggak, lha wong dari pagi udah memendam amarah…

→ 2 CommentsCategories: Working Life
Tagged: , , ,

Meraih Mimpi Tambah Beken Lewat Blog

August 27, 2009 · 7 Comments

Semalam, pulang dari taping acara kick andy, aku ikut mobilnya Teh Nia. Sepanjang perjalanan kita ngobrol banyak. Salah satunya tentang interview dia yang terakhir di salah satu radio terkenal, Hardrock FM Jakarta, program Drive ‘N Jive.

Cerita itu doang gak menarik buatku, yang menarik adalah bagaimana bisa tiba-tiba Teh Nia masuk ke dalamnya. Karena program ini termasuk program yang tinggi ratingnya, banyak banget pendengarnya. Untuk bisa masuk ke slot acara ini biasanya harus pesen 1-2 bulan sebelumnya. Lha kali ini, tiba-tiba Teh Nia ditelpon, trus besokannya langsung masuk di acara, berarti spesial dong.

Suatu hari, salah satu produser di Hardrock telepon Teh Nia dan marah-marah,
“Teh, kebangetan deh, masa bikin film animasi kok gak bilang-bilang kita sih?”.

Dari awal, untuk promosi film animasi Meraih Mimpi ko-produksi antara studioku dan Teh Nia, Hardrock bukan partner radionya, karena partner media kita gak satu grup dengan Hardrock. Jadi Teh Nia gak kasi kabar ke mereka tentang film animasi ini,

“Duh, maaf yah, abis kita kan udah gak partneran lagi, nanti bos group lo ngamuk deh.. “, gitu jawab Teh Nia.
“Iya sih, gini deh, gw nih abis baca-baca blog orang-orang yang terlibat pembuatan film ini, gila deh, seru banget ya ceritanya…”, jawab si produser

Setelah ngobrol sana-sini, ternyata Teh Nia langsung di undang untuk ngobrol di program Drive ‘N Jive, khusus ngobrolin Film Meraih Mimpi. Teh Nia, yang emang gak suka baca-baca blog, baru ngeh kalo ternyata blog itu bisa jadi salah satu media promosi yang powerfull. Lalu dia tanya sama aku, “Emang banyak yah anak Frameworks yang nulis blog?”. Wekekeke, kita semua kan maniak internet, ya kalo blog mah udah jadi makanan sehari-hari, kalaupun gak nulis, surfing-surfing sih udah pasti jadi aktifitas sehari-hari.

Jadi, akupun berterimakasih buat teman-teman IFW, baik yang masih kerja bareng sampai saat ini, maupun yang udah melanglang buana, kerja keras kita selama hampir 3 tahun, sebentar lagi bisa ditonton sama Emak-Bapak, Kakek-Nenek dan Sodara setanah air. Nanti kita ngumpul yah, Gala premierenya tanggal 9 September di Jakarta. Nanti di Batam juga ada, tanggal 14 September 2009, yang mau ikutan kontak aku yah.

Tetaplah berkarya, menulis dan berbagi pengalaman kita lewat blog masing-masing, karena memang ada manfaatnya.

→ 7 CommentsCategories: Working Life
Tagged: , ,